Jumat, 07 Januari 2011

Inilah Alasan Blackberry Akan Ditutup di Indonesia

Menkominfo Tifatul Sembiring memberikan tenggat waktu dua minggu kepada Research in Motion (RIM) untuk menutup akses pornografi. Jika tidak, sebelum akhir Januari 2011 seluruh layanan BlackBerry di enam operator akan ditutup.

"Kami sudah cukup memberikan toleransi. Sekarang jika RIM tidak juga menutup akses pornografi dua minggu dari sekarang, pasti kami tutup," kata menteri usai melantik pejabat eselon I di gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (7/1/2011).

Menurut Tifatul, masih banyak situs porno yang bisa diakses melalui BlackBerry. "Di operator jalur itu sudah diblokir, cuma tinggal di koneksi internasionalnya RIM saja yang belum juga ditutup sampai saat ini," katanya.

Operator yang menjadi mitra RIM dalam menyelenggarakan BlackBerry adalah Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Natrindo Telepon Seluler, Hutchison CP Telecom, dan Smart Telecom. Saat ini, pengguna BlackBerry Tanah Air diperkirakan mencapai dua juta pelanggan.

Dalam kesempatan itu, menteri juga tak mampu menyembunyikan kekesalannya terhadap vendor asal Kanada tersebut. Sebab, perintah dan imbauan yang disampaikan Kominfo tak jua digubris meski RIM telah berkantor di Indonesia.

"Buat apa ada kantor RIM di Jakarta jika setiap kami panggil rapat selalu alasan sedang ada di Kanada," ketus Tifatul.

Kamis, 06 Januari 2011

Daftar Nama-Nama Klub Liga Primer Indonesia (LPI)


Liga Primer Indonesia (LPI) yang rencananya akan dihelat pada Sabtu (8/1/2011) di ikuti oleh 19 klub Indonesia. Diantara 19 klub tersebut memang ada yang awalnya berlaga di Liga Super Indonesia yang dibuat oleh PSSI dan berpaling ke LPI. Hal tersebut juga yang belakangan ini menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Pihak PSSI yang menganggap LPI adalah kompetisi bola ilegal sempat mengeluarkan kecaman, kepada para pemain yang akan berlaga di LPI tidak akan bisa masuk timnas Indonesia. Sampai saat izin tanding Liga Primer Indonesia belum juga turun.



Kabarnya ada 12 klub dari 19 klub yang akan berlaga di LPI yang akan di tangani oleh pelatih asing. LPI yang diharapkan bisa menumbuhkan bakat-bakat lokal masih jauh dari harapan, karena sebagian besar klub didalamnya masih dilatih oleh pelatih manca negara.

Berikut adalah daftar klub-klub yang ikut serta dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) beserta pelatihnya :

1. Aceh United
Pelatih: Lionel Charbonnier (Perancis)

2. Bali De Vata
Pelatih: Willy Scheepers (Belanda)

3. Bandung FC
Pelatih: Nandar Iskandar (Indonesia)

4. Batavia Union
Pelatih: Roberto Bianchi (Brasil)

5. Bogor Raya
Pelatih:
John Arwandi (Indonesia)

6. Cendrawasih Papua
Pelatih: Uwe Erkebrecher (Jerman)

7. Jakarta 1928
Pelatih:
Bambang Nurdiansyah (Indonesia)

8. Kabau Padang
Pelatih: Divaldo Alves (Portugal)

9. Ksatria XI Solo FC
Pelatih: Branko Babic (Serbia)

10. Makassar City

Pelatih: Michael Feichtenbeiner (Jerman)

11. Manado United
Pelatih: Muhammad Al-Hadad (Indonesia)

12. Medan Bintang
Pelatih: Rene Van Eck (Belanda)

13. Medan Chiefs

Pelatih: Joerg Steinebruner (Jerman)

14. Persebaya Surabaya
Pelatih: Aji Santoso (Indonesia)

15. Persema Malang
Pelatih: Timo Scheuneman (Jerman)

16. Persibo Bojonegoro
Pelatih: Sartono Anwar (Indonesia)

17. Real Mataram
Pelatih: Jose Basualdo (Argentina)

18. Semarang United FC
Pelatih: Edy Paryono (Indonesia)

19. Tangerang Wolves
Pelatih: Paulo Camargo (Brasil)



1. Aceh United

Persebakbolaan di Kota Banda Aceh kembali hidup dengan kehadiran Aceh United sebagai salah satu peserta Liga Primer Indonesia. Banda Aceh memiliki potensi besar karena banyak tersedia bakat-bakat pemain muda dan suporter sepakbola yang aktif. Adalah Aceh United yang akan menampung bakat-bakat pemain muda Banda Aceh untuk berprestasi dan memberikan tontonan menghibur kepada para suporter.

Stadion : Harapan Bangsa, Banda Aceh (kapasitas 40.000)

Pelatih : Lionel Charbonnier (Perancis)

Mantan kiper ketiga timnas Prancis di Piala Dunia 1998 ini banting setir menjadi pelatih usai gantung sepatu. Saat menjadi direktur teknik federasi sepakbola Tahiti, Lionel Charbonnier mengantarkan timnas U-20 negara di kepulauan Karibia tersebut ke

Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2009. Kini publik Indonesia akan menyaksikan langsung kehandalan pemain juara dunia ini menangani tim peserta LPI yang bermarkas di ujung paling barat nusantara, Aceh United.



2. Bali De Vata

Bali tercatat pernah memiliki tim-tim yang bermain di pentas sepak bola nasional, seperti pada era Liga Sepak Bola Utama (Galatama) tahun1980-an dan Liga Divisi Utama pada tahun 2000-an. Kini Liga Primer Indonesia (LPI) bertekad membawa semangat Bali dalam revolusi sepakbola nasional melalui klub Bali Dewata.

Stadion : Kapten i Wayan Dipta, Gianyar (kapasitas 25.000)

Pelatih : Willy Scheepers (Belanda)

Pelatih asal Belanda Willy Scheepers dipercaya menangani Bali De Vata. Sebelum mampir di kawasan wisata ternama dunia ini, Scheepers tercatat sebagai juru latih klub-klub Eropa, seperti FC Oberwinterthur, FC Kreuzlingen, dan APEP Pitsilia. Jabatan teknis terakhir yang dipegang Scheepers adalah menjadi direktur teknik di liga utama Siprus.



3. Bandung FC

Bandung selalu memiliki klub-klub yang berprestasi di kancah sepakbola nasional. Setelah Persib dan Maung Bandung Raya, kini muncul Bandung FC sebagai klub sepakbola baru di Bandung yang akan semakin mengharumkan nama kota kembang ini. Kekuatan klub muda ini langsung terlihat dalam Laga Pra Musim kompetisi dan memiliki harapan besar di arena Liga Primer Indonesia.

Stadion : Siliwangi, Bandung (kapasitas 25.000)

Pelatih : Nandar Iskandar

Nama Nandar Iskandar tidak bisa dipisahkan dari percaturan sepakbola Indonesia. Selain pernah menjadi pemain timnas di tahun 1970-an, Nandar yang identik dengan Persib Bandung ini juga sempat melatih timnas Indonesia pada 1999 hingga 2000. Sebagai pelatih, kiprah Nandar memang tak perlu diragukan. Bandung Raya, Persib Bandung, PKT Bontang, Perseden Denpasar, PSPS Pekanbaru, dan Persiba Bantul pernah merasakan tangan dinginnya.



4. Batavia Union

Mewakili kota Jakarta, Batavia Union merupakan klub baru dengan materi pemainpemain yang handal dan berpengalaman menggeluti liga nasional. Meski baru, klub ini telah memiliki basis suporter yang setia dan bersemangat. Klub ini juga merupakan salah satu klub yang bersinar pada Laga Pra Musim Kompetisi LPI.

Stadion : Tugu, Jakarta (Kapasitas 20.000)

Pelatih : Roberto Bianchi (Brasil)

Pelatih asal Brazil pemegang paspor Spanyol ini mengantongi sertifikat UEFA PRO pada tahun 2006. Pernah melatih Zamora FC, Roberto Bianchi juga lama berkecimpung di Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC. Kini Beto melangkah bersama Batavia Union.



5. Bogor Raya

Klub yang dikenal dengan nama Laskar Kujang ini berisikan manajemen muda yang kreatif dan penuh semangat. Klub ini juga membuat kejutan dengan mendatangkan mantan pemain River Plate, Diego Bogado, gelandang sayap asal Argentina berusia 24 tahun. Bogor Raya optimis dapat mengubah persepakbolaan Indonesia melalui semangat generasi muda.

Stadion : Persikabo, Bogor (kapasitas 15.000) dan Pajajaran, Bogor (kapasitas 12.000)

Pelatih : John Arwandy

LPI menjadi pertanda dimulainya debut John Arwandi sebagai pelatih. Sebelumnya, John malang-melintang sebagai staf teknik di sejumlah klub Indonesia. Tercatat pernah menjadi pelatih fisik PS Semen Padang pada 2007, John kemudian dipercaya menjadi

asisten pelatih Persikabo Bogor tahun 2008-2009. Kini John bertugas memimpin Bogor Raya meraih sukses di LPI.



6. Cendrawasih Papua

Cendrawasih FC lahir dari klub Kontiki FC, yang merupakan binaan para mantan pemain Persipura yang tergabung dalam Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP). Papua sendiri dikenal sebagai ladang bakat-bakat muda pemain sepakbola Indonesia dan secara konsisten melahirkan pemain-pemain bintang.

Stadion : Mandala, Jayapura (kapasitas 30.000)

Pelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)

Pelatih asal Jerman ini pernah menangani klub Eropa seperti tim Jerman FC Koln Jugend, FC Carl Zeiss Jena, dan beberapa klub divisi II di Jerman. Dengan pengalaman melatihnya di berbagai klub, Uwe Erkebrecher ingin menjadi bagian dari perubahan sepak bola Indonesia dengan melatih tim Cendrawasih Papua.



7. Jakarta 1928

Jakarta 1928 merupakan salah satu klub yang unik di pentas Liga Primer Indonesia. Klub ini membawa semangat perubahan yang diusung Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), salah satu klub sepakbola yang menjadi bagian perjuangan di masa penjajahan dulu. Semangat yang sama selama ini bersemayam di klub Persija Jakarta.

Stadion : Lebak Bulus (Kapasitas 25.000)

Pelatih : Bambang Nurdiansyah

Inilah comeback Bambang Nurdiansyah di bangku pelatih setelah menangani klub-klub ternama Indonesia, seperti Pelita Krakatau Steel, PSIS Semarang, serta terakhir Arema Malang. Beberapa kali pula Bambang dipercaya menangani timnas yunior Indonesia di turnamen internasional, seperti Asian Games 2006. Pernah memperkuat timnas Indonesia sebagai pemain selama 11 tahun, Bambang kini menjadi arsitek utama Jakarta 1928.



8. Kabau Padang

Kabau Padang lahir dari inspirasi kemandirian yang telah dibangun oleh klub sepakbola mandiri Cement Padang. Melalui persiapan yang cenderung tertutup, Kabau Padang akan menyajikan gebrakan-gebrakan di dalam arena Liga Primer Indonesia.

Stadion : Agus Salim, Padang (kapasitas 28.000)

Pelatih : Divaldo Alves (Portugal)

Sebelum melatih Kabau Padang, Divaldo Alves berpengalaman menangani tim-tim di Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. Bahkan tahun 2009 lalu Alves pernah melatih Persijap Jepara. Sebagai modal utama mengarungi kiprah kepelatihan di Indonesia, Alves membawa serta pengalaman mengikuti pendidikan fisik dan olahraga di Portugal dan memegang sertifikat pelatih UEFA A-Level.


9. Ksatria XI Solo FC

Kota Solo memiliki sejarah panjang dan membanggakan dalam persepakbolaan Indonesia. Klub asal kota Solo sempat menjuarai Galatama sebanyak 8 kali. Namun belakangan, nama Solo seakan tenggelam di pentas sepakbola nasional dan Jawa Tengah. Kini, Solo FC siap membawa Solo kembali berjaya di pentas nasional melalui Liga Primer Indonesia.

Stadion : Manahan, Solo (kapasitas 24.000)



10. Manado United

Manado United merupakan klub sepakbola yang sudah cukup lama berdiri di Manado. Masyarakat di Manado sendiri sangat menantikan kehadiran dan selalu mendukung klub sepakbola yang dapat berprestasi dari daerahnya. Fokus Manado United adalan

pengembangan pemain lokal. Diperkuat oleh mantan pemain-pemain Persma serta kehadiran marquee player Amaral, Manado United siap berprestasi pada musim kompetisi Liga Primer Indonesia pada tanggal 8 Januari 2011 nanti.

Stadion : Klabat, Manado (kapasitas 20.000)

Pelatih : Muhammad Al Hadad

Muhammad Al-Hadad sudah lama malang-melintang di persepakbolaan nasional. Tercatat Niac Mitra Surabaya pernah dibawanya menjuarai tiga kali Piala Galatama. Selanjutnya, Persijatim dan Persim Maros pernah merasakan kiprah kepelatihannya. Terakhir, Al Hadad menukangi Persita Tangerang tahun 2008 sebelum memutuskan untuk hijrah ke Manado United.



11. Medan Bintang

Sepakbola merupakan sebuah olahraga yang sangat digandrungi masyarakat Medan, dimana sejumlah klub-klub sepakbola sempat mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional. Adalah Medan Bintang, klub baru yang mendapat dukungan sejumlah elemen, yang berambisi mengangkat dan membesarkan prestasi kota Medan.

Stadion : Teladan, Medan (kapasitas 20.000)

Pelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)

Michael Feichtenbeiner pernah menjadi managing director Bundesliga divisi dua danpernah pula melatih klub Malaysia, Selangor MPPJ dan kini di Bintang Medan. Pelatihasal Jerman ini merupakan pemegang sertifikat pelatih UEFA Pro Coach Licence.


12. Medan Chiefs

Medan Chiefs lahir dari semangat klub sepakbola Pro Titan, yang memang sudah tidak lagi mengandalkan APBD. Pro Titan sudah lama bergelut di kancah sepakbola nasional sebagai klub yang mandiri. Semangat perjuangan klub sepakbola dari Medan tersebut akan berkembang melalui Medan Chiefs.

Stadion : Teladan, Medan (kapasitas 20.000)

Pelatih : Jorg Steinebruner (Jerman)

Sepakbola Asia bukan barang baru bagi Jorg Steinebruner. Pelatih asal Jerman ini berpengalaman melatih sejumlah klub Singapura, seperti Woodland Wellington, Sengkang Punggol, dan Etoile. Mulai tahun 2011 ini, Steinebruner “menyeberang” beradu taktik di persepakbolaan Indonesia bersama Medan Chiefs.



13. Persebaya

Persebaya memiliki sejarah panjang dalam persebakbolaan nasional Indonesia. Klub ini sempat meraih prestasi gemilang ketika klub-klub Perserikatan dan Galatama bersatu dalam Liga Indonesia (1994) dan meraih gelar juara pada tahun 1997 dan 2005. Kini, Persebaya membuka lembaran baru untuk menorah prestasi di Liga Primer Indonesia.

Stadion : Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya (kapasitas 35.000)

Pelatih : Aji Santoso

Tidak ada yang menyangsikan kiprah Aji semasa masih bermain. Posisi bek sayap kiri timnas Indonesia adalah langganannya, begitu juga dengan ban kapten. Reputasi itu yang membuatnya pernah membela klub-klub papan atas tanah air, seperti Arema

Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persema Malang. Sejak 2009, Aji dipercaya menangani Persebaya hingga saat ini.



14. Persema

Persema memiliki visi untuk memajukan persebakbolaan Indonesia. Berkat visi tersebutlah, Persema memilih untuk bergabung dengan Liga Primer Indonesia. Saat ini Persema telah memiliki tim yang sangat tangguh dan memiliki peluang besar di kancah Liga Primer Indonesia.

Stadion : Gajayana, Malang (kapasitas 30.000)

Pelatih : Timo Scheuneman (Jerman)

Pelatih kelahiran Jerman yang fasih berbahasa Indonesia ini pernah bermain di klub college Amerika Serikat, Master Mustangs, dan pada 1997 menjadi pemain Persiba Balikpapan. Setelahnya, Indonesia seakan menjadi tanah air bagi Timo. Memegang lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2007 lalu, Timo pernah dipercaya menangani timnas sepakbola putri Indonesia di SEA Games 2008 dan Persema sejak 2010 ini.



15. Persibo

Tim “Laskar Angling Dharma” berdiri pada 12 Maret 1949 dan merupakan juara Divisi Utama musim 2009-1010. Dengan prestasi tersebut, klub ini siap menoreh lembaran sejarah baru di Liga Primer Indonesia.

Stadion : Letjen Haji Sudirman, Bojonegoro (kapasitas 15.000)

Pelatih : Sartono Anwar

Sartono adalah sosok yang sudah lama dikenal pecinta sepakbola Indonesia. Salah satu pencapaian besar Sartono semasa bermain adalah ketika membawa PSIS Semarang menjadi juara perserikatan 1987 dengan mengalahkan Persebaya Surabaya. Selain melatih Persibo, Sartono juga sempat duduk di bangku asisten pelatih timnas futsal Indonesia pada 2002 silam.



16. PS Makassar

PS Makassar merupakan hasil merger dari PSM dengan Makassar City. Berbekal pengalaman panhang di sepakbola nasional, PS Makassar adalah salah satu tim yang memiliki potensi besar di Liga Primer Indonesia.

Stadion : Gelora Andi Mattalata, Makassar (15.000)

Pelatih : Robert Alberts

Robert adalah pelatih yang sudah beberapa kali membuat prestasi untuk tim yang dilatihnya. Tahun 2009-2010, Robert membawa Arema Indonesia menjadi juara Indonesia Super League dan tahun 2010 tim besutannya menjadi Runner Up di Liga Indonesia. Selain itu ia pernah menyandang titel Best Coach berturut-turut di Singapura dan Malaysia. Pria kelahiran Belanda dan pernah bermain di Ajax

Amsterdam dan Clermond-Ferrand ini benar-benar ingin memajukan persepakbolaan Indonesia.


17. Real Mataram

Gairah sepakbola Yogyakarta kembali bersinar dengan hadirnya klub Royal Mataram. Nama Royal Mataram akan mewakili semangat dan kekuatan Kerajaan Mataram yang mendapat dukungan besar dari masyarakat Yogyakarta. Berbekal pemain-pemain berpengalaman, klub ini merupakan salah satu yang terkuat dengan mengantongi dua kemenangan.

Stadion : Maguwoharjo, Yogyakarta (kapasitas 30.000)

Pelatih : Jose Basualdo (Argentina)

Jose Basualdo pernah mencicipi Piala Dunia 1990 dan 1994 semasa masih bermain membela timnas Argentina. Usai gantung sepatu, Basualdo menangani klub Ekuador, Deportivo Quito. Setelahnya, Basualdo menangani sejumlah klub Amerika Latin, seperti Universitario de Deportes, El Porvenir, Cienciano, Santiago Morning, dan Universidad de Santiago FC sebelum akhirnya dipinang Real Mataram.



18. Semarang United

Klub yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, ini sengaja disiapkan khusus untuk mengikuti Liga Primer Indonesia. Klub yang digagas oleh Novel Al Bakrie ini mendapat dukungan luas dari masyarakat sepakbola Kota Semarang. Bersama marquee player Amancio Fortes, Semarang United akan menjadi salah satu klub yang paling disegani di kancah Liga Primer Indonesia.

Stadion : Jatidiri, Semarang (kapasitas 25.000)

Pelatih : Edy Paryono

Edy Paryono merupakan pelatih yang berpengalaman karena sempat menyerap ilmu dari Ivan Kolev dan Peter Withe ketika menjadi asisten dua pelatih Eropa itu di timnas Indonesia. Setelahnya, Edy menjadi pelatih PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, Persipur Purwodadi, hingga akhirnya menangani Semarang United pada musim perdana Liga Primer Indonesia.



19. Tangerang Wolves

Semangat pendukung sepakbola di Tangerang tidak dapat diragukan lagi. Keberadaan Tangerang United di kota industri ini diharapkan dapat meningkatkan geliat dan semangat persepakbolaan lokal. Dipimpin oleh pelatih yang jeli akan bakat-bakat muda, klub ini yakin dapat memperoleh tempat tersendiri di hati para pecinta sepakbola Indonesia.

Stadion : Benteng (kapasitas 25.000)

Pelatih : Paulo Camargo (Brasil)

Di negara asalnya, Brasil, Paulo Camargo dikenal pelatih yang sangat serius dalam menangani tim dan jeli menciptakan pemain berbakat. Salah satu anak didiknya adalah Kaka ketika masih bermain di tim junior São Paulo Futebol Clube. Kini, kemampuan

tersebut dapat ditularkan ke Indonesia. Kita nantikan siapa pemain muda cemerlang yang dilahirkan Camargo bersama Tangerang Wolves.

Rabu, 05 Januari 2011

Ini Dia Nama-Nama Selebriti yang Tertipu dengan Gelang Power Balance !

Tak bisa dipungkiri, kepopuleran Power Balance di antara para selebriti semakin ‘menggila’ belakangan ini. Gelang Power Balance, yang ‘dijanjikan’ meningkatkan keseimbangan, kekuatan, dan fleksibilitas penggunanya, terlihat menghias tangan banyak selebritis, mulai dari David Beckham sampai Kate Middleton.

Yang mengejutkan, baru-baru ini, perusahaan yang membuat gelang ini menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah dari kemampuan gelang ini, yang juga berarti bahwa gelang ini tidak ada bedanya dengan gelang karet biasa.

Perusahaan yang memproduksi Power Balance bahkan sudah menawarkan ganti rugi kepada para pembeli di Australia sekaligus berjanji akan mengubah tampilan website, kemasan, sampai iklannya agar menyampaikan pesan dengan lebih benar.

Pernyataan perusahaan itu tentunya membuat sejumlah orang merasa tertipu. Nah, mau tahu deretan selebriti dunia yang pernah menghiasi tangan mereka dengan tipuan Power Balance:

1. David Beckham
Pesepak bola asal Inggris ini pernah tertangkap kamera mengenakan Power Balance berwarna hitam yang melingkari lengannya di sebuah kesempatan. Ia mungkin ingin tampil prima yang melambangkan statusnya sebagai seorang atlet.

2. Kate Middleton
Calon istri Pangeran William ini pun tak mau kalah. Gelang serupa tampak menghiasi tangannya saat Sang Calon Ratu Inggris itu berjalan-jalan di sebuah tempat beberapa waktu silam.

3. Robert De Niro
Artis gaek ini juga pernah kepergok mengenakan Power Balance ketika diwawancara sebuah media. Apakah itu demi menjaga kesehatan di usianya yang tak lagi muda?

4. P Diddy
Diddy pernah terlihat mengenakan karet gelang itu saat ia beraksi di atas panggung. Entah karena ikutan tren atau penyanyi rap asal Amerika Serikat itu memang menganggap Power Balance keren?

5. Gerard Butler
Pemeran film kolosal 300 ini juga tertangkap kamera mengenakan gelang 'penyeimbang' itu di sebuah acara.

Ternyata, selebriti ternama seperti mereka pun menjadi korban penipuan sebuah gelang karet.@Metrotevenews.com

Senin, 03 Januari 2011

Akhirnya Cassano Resmi Milik Milan !

AC Milan mengumumkan bahwa pihaknya secara resmi telah memboyong Antonio Cassano. Eks Sampdoria itu bergabung dengan status bebas transfer.

"Milan menginformasikan bahwa proses transfer Cassano telah dilengkapi," demikian keterangan yang disampaikan klub melalui situs resminya, Senin (3/1/2011) malam WIB.

Proses transfer ini selesai setelah Milan menyerahkan surat-surat kelengkapan kepada pihak liga. Cassano bergabung dengan status bebas transfer.

Pemain berusia 28 tahun itu pertama kali berseragam Rossoneri saat menjalani training camp di Dubai, Minggu kemarin.

Deal antara Milan dan Sampdoria sebenarnya sudah dicapai sejak akhir Desember kemarin. Namun sang attacante baru sah bermukim di San Siro saat jendela transfer musim dingin dibuka awal bulan ini.

Kedua klub dan pemain yang bersangkutan juga sepakat untuk sama-sama menanggung keharusan membayar uang sebesar lima juta euro yang menjadi tanggungan Sampdoria terhadap Real Madrid jika menjualnya sebelum kontrak habis di musim 2013.@Detiksport

Inilah Alasan PSSI Menolak Liga Primer Indonesia


PSSI menyebut Liga Primer Indonesia adalah ilegal. Seperti dikutip situs resminya, inilah alasan organisasi pimpinan Nurdin Halid itu menyebut LPI sebagai kompetisi ilegal.


I. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005.

Pasal 51 pada Bab IX Siskornas mengenai Penyelenggaraan Kejuaraan Olahraga, disebutkan,
1. Penyelenggaraan kejuaraan olahraga wajib memenuhi peryaratan teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan. dan ketentuan daerah setempat;
2. Penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan;
3. Penyelenggaraan kejuaraan olahraga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib memiliki penanggung-jawab kegiatan,
4. Setiap orang dan.atau badan hukum asing dapat menyelenggarakan kejuaraan olahraga di Indonesia dalam bentuk kemitraan dengan induk organisasi olahraga cabang bersangkutan.

Pelanggaran dari peraturan dan ketentuan sebagaimana yang tertuang pada Pasal 51 Siskornas, dipaparkan secara jelas pada Pasal XXII Siskornas mengenai Ketentuan Pidana.

Pasal 89 Bab XXII Siskornas menyebutkan,
1. Setiap orang yang menyelenggarakan kejuaraan olahraga tanpa memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau kerja denda paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah);
2. Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menimbulkan kerusakan dan/atau gangguan keselamatan pihak lain, setiap orang dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah);

II. Otoritas sepakbola di Indonesia (Statuta PSSI)

Statuta PSSI dalam pasal 1 Ketentuan Umum bahwa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia merupakan satu – satunya organisasi sepakbola nasional di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk selanjutnya di dalam Statuta PSSI disebut PSSI, dan/ atau The Football Association of Indonesia.

Pasal 79 Bab XII Statuta PSS tentang Kompetisi, disebutkan, 1. PSSI mengatur, mengelola dan menyelenggarakan kompetisi-kompetisi resmi di dalam wilayahnya sebagai berikut; a. kompetisi profesional, b. kompetisi amatir, c. kompetisi kelompok umur, d. kejuaraan sepakbola wanita, e. kejuaraan futsal.

Terkait dengan kompetisi PSSI, pada Pasal 80 Bab XII, mengenai Perizinan Klub, disebutkan bahwa Komite Eksekutif PSSI membuat dan menetapkan peraturan-peraturan mengenai sistim perizinan klub untuk berpartisipasi di dalam kompetisi-kompetisi PSSI.

Statuta PSSI sebagai dasar hukum pelaksanaan kegiatan sepakbola di wilayah Republik Indonesia sesuai dengan Statuta FIFA, dan Statuta AFC yang di dalamnya mengatur Kode Etik dan Kode Disiplin.

Pasal 84 Bab XII Statuta PSSI adalah, PSSI tidak diperkenankan melakukan pertandingan atau melakukan hubungan keolahragaan dengan asosiasi-asosiasi yang bukan anggota FIFA atau dengan anggota suatu Konfederasi tanpa persetujuan FIFA.

Sedangkan Pasal 85 Bab XII selengkapnya berbunyi," Klub, Liga atau setiap kelompok klub yang berafiliasi dengan PSSI tidak boleh menjadi anggota di Asosiasi lainnya atau berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi yang berada di wilayah kewenangan Asosiasi lainnya. tanpa adanya izin dari PSSI dan Asosiasi lainnya tersebut dan juga tanpa izin dari FIFA, kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu".@Republika.co.id

Minggu, 02 Januari 2011

Justin Bieber Dihujat, Gara-Gara Dukung Pembangunan Masjid di Ground Zero

Andy Sullivan, pimpinan pekerja konstruksi Brooklyn dan lawan vokal Park51, masjid yang diusulkan dibangun dekat lokasi Ground Zero, telah menemukan target baru: Justin Bieber. Dia menyerukan boikot atas Justin Bieber setelah sebuah wawancara dengan Tiger Beat, dimana Bieber menyebut kaum Muslim adalah sangat keren (super cool) dan mendukung pembangunan masjid di dekat Gorund Zero.

Dalam sebuah wawancara dengan Beat Tiger, bintang pop muda yang pertama melejit melalui situs Youtube ini menekankan bahwa kebebasan agama adalah hal yang membuat Amerika besar. Ia menyebut mereka yang menentang Masjid termotivasi oleh kefanatikan.

"Muslim harus dibiarkan untuk membangun masjid mana saja mereka inginkan," kata penyanyi ini. "Datang dari Kanada, aku tidak terbiasa dengan tingkat intoleransi seperti yang sekarang ada (di Amerika), eh."

Bieber melanjutkan dengan mengatakan bahwa umat Islam adalah "super cool," Kristen adalah "lame-o-rama," dan bahwa masjid akan membantu "memulai dialog" dengan semua agama.

"Aku berusia sekitar tujuh tahun ketika tragedi 11 September terjadi, dan terus terang aku heran masih terjadi kontroversi tentang hal itu. Melangkahlah terus! "

Sullivan menyatakan akan terus menyerukan boikot atas Bieber di seluruh Amerika. Ia juga meminta semua anak muda untuk menurunkan poster Bieber dari kamar mereka.

Namun, sebuah media menyatakan Bieber tidak pernah berbicara dengan Tiger beat tentang Park51. Kolumnis Salon, Justin Elliott, berusaha untuk mencari artikel Tiger Beat dan menemukan bahwa potongan pembicaraan yang dikutip oleh Sullivan adalah sebenarnya sebuah karya satir dari sebuah situs yang disebut CelebJihad.com, yang justru menghina Islam dan berisi fitur softcore porno. Pemilik situs menegaskan bahwa artikel itu sebenarnya tipuan.

Namun Sullivan tampaknya tak peduli. Ia mengatakan pada WYNC akhir Desember 2010 bahwa anak-anaknya telah dilarang dari menghadiri pertunjukan Bieber.

"Saya memberitahu mereka, 'Hey Guys, coba tebak Justin Bieber berbicara apa? Teruskan rencana pembangunan masjid di Gorud Zero," jelas Sullivan untuk Salon dalam sebuah wawancara. "Gadis kecilku menurunkan poster dan berkata dia telah menghapus Bieber dari daftar idolanya."

Halaman Facebook juga telah diluncurkan oleh sekutu Sullivan untuk mempublikasikan boikot Bieber dan beberapa selebriti pro-masjid lainnya. Laman ini telah menarik hampir 500 penggemar.@Republik.co.id

Sabtu, 01 Januari 2011

Alasan Cynthiara Alona Kembali Tampil Tanpa Jilbab di Tahun 2011 !

Aktris Cynthiara Alona yang biasa tampil seksi tiba-tiba memutuskan untuk berjilbab. Namun di 2011 Alona kembali eksis tanpa jilbabnya.

Alona mengaku ingin jadi diri sendiri dan berkonsentrasi dalam kariernya. Sepertinya Alona belum mantap benar ketika memutuskan untuk memakai jilbab.

"Jadi masih belum pakai jilbab dulu lah, kalau untuk diomongin sih pasti. Tapi aku dah siaplah untuk itu," ujar Alona ketika dihubungi via ponselnya, Minggu
(2/1/2011).

Bintang film 'Diperkosa Setan' itu yakin aksinya melepas jilbab tersebut akan menuai komentar dari banyak orang. Apapun komentar tersebut baik atau buruk, Alona siap menerimanya.

Tapi walau tidak lagi berjilbab, Alona membantah dirinya akan kembali tampil seksi seperti dulu. Alona juga belum akan menerima job untuk tampil nakal dan buka-bukaan.@DetikHot