Senin, 13 September 2010

Serangga Goreng Dilarang Bagi Pengidap Asma !

Beberapa serangga seperti belalang atau ulat diklaim memiliki rasa yang enak setelah digoreng. Tapi bagi penderita asma sebaiknya tidak mengonsumsi serangga goreng ini, karena bisa memperburuk kondisinya.

Hingga saat ini diketahui ada sekitar 1.462 spesies serangga yang bisa dimakan, tapi mungkin masih ada lagi jenis serangga lain yang belum diketahui.

Beberapa serangga yang setara dengan kerang-kerangan diketahui memang mengandung protein berkualitas tinggi dan sumber zat gizi lain seperti besi, kalsium dan vitamin B.

Beberapa negara terkadang memiliki makanan serangga tersendiri, misalnya belalang menjadi makanan yang umum di Aljazair, suku Aborigin Australia masih mengonsumsi bogong ngengat, ulat dan sarang lebah. Restoran Jepang melayani larva tawon rebus, jangkrik goreng dan kepompong sutra goreng. Di Nigeria menyajikan rayap panggang dan di Thailand terkenal sebagai pemakan serangga terbesar.

Namun serangga goreng sepertinya tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Karenanya Departemen Kesehatan Thailand telah memperingatkan orang-orang yang memiliki asma dan alergi untuk menghindari makan serangga goreng yang dijual di pinggir-pinggir jalan.

Seperti dikutip dari BrisbaneTimes.com.au, Jumat (3/9/2010) sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini oleh Departemen Kesehatan Thailand menemukan bahwa ulat sutra goreng, belalang atau hidangan berkaki enam lainnya diketahui mengandung kadar histamin yang tinggi, yaitu suatu senyawa yang bisa memicu reaksi alergi dan juga serangan asma.

Sejak 24 Desember 2008 hingga 7 Januari 2009 terdapat sekitar 118 orang yang dirawat di rumah sakit akibat mengalami reaksi alergi dan gejala keracunan, setelah mengonsumsi serangga goreng yang dijual di pinggir-pinggir jalan di tujuh kota provinsi di Thailand.

Serangga sebenarnya telah menjadi menu makanan pedesaan di Thailand selama berabad-abad, tetapi dalam kurun waktu dua dekade terakhir ini telah terjadi peningkatan logistik serangga sehingga makanan serangga goreng ini banyak tersedia di pusat-pusat perkotaan. Selain itu, serangga memiliki keunggulan dalam harga yang murah dan mudah untuk dipelihara.

Para pejabat memperingatkan bahwa serangga-serangga ini bisa saja sudah terkontaminasi bakteri yang tinggi selama proses penyimpanan dan transportasi. Hal ini bisa diperparah lagi dengan penggunaan minyak goreng berulang-ulang sehingga membuat racun di tubuh serangga tersebut bertambah.

Minggu, 12 September 2010

Alasan Bunga Citra Lestari Berfoto Seksi Saat Hamil

Penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) memamerkan foto seksinya saat hamil di Twitter. Ia mengaku sengaja memamerkannya. BCL ingin mendokumentasikan anaknya mulai saat dalam kandungan hingga dewasa nanti.

"Itu untuk dokomentasi pribadi gue aja. Gue mau dokumentasikan anak gue dari hamil, si baby keluar, dari kecil sampai gede," kata Bunga saat ditemui di Grand Indonesia, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2010).

Pemain film 'Saus Kacang' itu memang sudah berniat memfoto perutnya sejak kehamilannya berusia 4 bulan. Namun keinginannya itu baru bisa terwujud saat kehamilannya sudah mulai membesar.

"Itu keinginan gue sejak usia kandungan 4 bulan. Cuma kata fotografer gue bisanya nanti kalau udah besar. Itu kebanggan bagi gue sebagai seorang perempuan, nggak ada apa-apa," lanjut istri dari aktor asal Malaysia, Ashraf Sinclair.

Bunga berbagi fotonya yang seksi saat hamil itu atas desakan penggemarnya yang terus menanyakan kondisi kehamilannya. Lagi pula Bunga suka dengan foto tersebut.

"Kalau dishare itu karena banyak penggemar yang tanya kehamilan gue aja. Nggak ada konsep apa-apa, gue cuma suka sama art-nya aja. Cuma gue mengertilah penafsiran orang berbeda-beda," jelas Bunga seraya tersenyum.@DetikHot

Sabtu, 11 September 2010

Ini Dia 10 Artis Bollywood yang Diprediksi Bisa Menggantikan Aktris Hollywood !

MAJALAH film bergengsi, terbitan AS, Premiere dalam edisi terbarunya, melansir 10 Artis Bollywood yang bisa menggantikan Aktris Holyywood.

Menurut Premiere, film-film Bollywood memiliki segalanya: – comedy, nyayi, nari, melodrama, kisah cinta, orang-orang yang kalah, perkelahian bahkan kadang magis. Bisnis ratusan miliar di Bollywood telah melahirkan aktris –aktris berbakat yang bisa mengalahkan Hollywood.

Tak seperti di Hollywood, wajah-wajah baru yang berbakat hanya nampak kecantikannya ketika di layar perak, di Bollywood yang cantik betul nampak cantik di dalam dan di luar kamera. Selain itu dipastikan mereka memang multi bakat.

Berikut adalah daftar ke-10 aktris Bollywood dan 10 aktris Hollywood yang bisa digantikannya.


1. Katrina Kaif menggantikan Megan Fox. 2. Aishwarya Rai Bachchan menggantikan Angelina Jolie. 3. Priyanka Chopra menggantikan Rachel Mc Adams 4. archana Puran Singh menggantikan Kristen Wiig. 5. Kareena Kapoor menggantikan Drew Barrymore. 6. Shilpa Shetty menggantikan Lindsay Lohan 7. Madhuri Dixit mengganitkan Sharon Stone. 8. Sonam Kapoor menggantikan Scarlett Johansonn. 9. Vidya Balan menggantikan Charlize Theron, dan 10.Hansika Motwani menggantikan Dakota Fanning.

Jumat, 10 September 2010

Inilah 4 Alasan Posisi Republik Indonesia Lemah di Mata Malaysia

Sengketa Indonesia-Malaysia masih belum menemukan titik temu dari kedua belah negara. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia mengatakan ada empat alasan mengapa posisi Indonesia lemah jika masalah sengketa perbatasan dengan Malaysia dibawa ke Mahkamah Internasional.

Pertama, kerasipan di Indonesia sangat lemah. Indonesia tidak menyimpan bukti-bukti yang kuat untuk mendasari klaimnya. Ini yang terjadi ketika Indonesia bersengketa dengan Malaysia atas Pulau Sipadan Ligitan. Malaysia tahu betul tentang hal ini,” ungkap Hikmahanto, Minggu (5/9/2010).

Hal kedua, lanjutnya, Indonesia membutuhkan dana besar untuk menyewa ahli pengacara internasional. Hal inilah yang akan dimanfaatkan Malaysia.

Kedua, Indonesia mungkin tidak memiliki dana yang memadai untuk menyewa para pengacara internasional yang mahal. Tanpa pengacara yang mahal Malaysia berharap argumentasi yang dilakukan oleh Indonesia lemah atau banyak kelemahan,” sambung Hikmahanto.

Dia menambahkan Malaysia juga melihat kelemahan Indonesia dalam hal koordinasi antarlembaga pemerintah, sehingga Negeri Jiran itu akan banyak mengambil manfaat.

Ketiga, lemahnya koordinasi antar instansi. Pemerintah Malaysia akan mengambil banyak manfaat atas kelemahan ini,” jelasnya.

Keempat, lanjutnya, Indonesia terkesan tidak mengurusi pulau-pulau terluar. Padahal pulau-pulau itu memiliki arti strategis untuk dijadikan titik terluar dalam penentuan batas laut.

“Kondisi ini akan dimanfaatkan oleh Malaysia untuk mengarugmentasikan bahwa Indonesia telah melepas klaimnya atas pulau-pulau tersebut. Akibatnya sejumlah pulau terluar tidak dapat dijadikan titik terluar dalam penentuan batas,” imbuhnya.

Selain itu, melihat kebijakan luar negeri Indonesia yang terkesan thousand friends-zero enemy maka boleh jadi pemerintah akan menyetujui usulan Malaysia. Padahal pemerintah seharusnya menolak mentah-mentah usulan tersebut. Prinsip yang harus dipegang erat dalam menangani sengketa perbatasan, menurut Hikmahanto, adalah lebih baik sabar dari pada kehilangan klaim kedaulatan dan hak berdaulat.

“Oleh karenanya Publik perlu mengawal agar Pemerintah tidak menyetujui usulan Malaysia membawa sengketa perbatasan ke Mahkamah Internasional,” tandasnya.

Kamis, 09 September 2010

Sang Pencerah, Meriahkan Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Memeriahkan Hari Raya Idul Fitri, sutradara film Hanung Bramantyo pada 9 September 2010
akan merilis film terbarunya berjudul Sang Pencerah. Film itu bercerita tentang kepahlawanan tokoh KH Ahmad Dahlan.

SETELAH melalui berkali-kali proses revisi skenario, MVP Pictures akhirnya bersiap menyelesaikan produksi film biopic tokoh nasional sekaligus guru bangsa, KH Ahmad Dahlan. Awal shooting telah ditetapkan pada 21 Mei 2010. Awal pengambilan gambar dilakukan di sekitar Kauman, Yogyakarta, sekaligus menandai rangkaian proses kreatif produksi sebuah film yang bakal menjadi kado istimewa Milad ke-100 warga Muhammadiyah di seluruh dunia.

Melayarlebarkan tokoh seperti KH Ahmad Dahlan ternyata tidaklah mudah. Begitu banyak fakta dan realita ditemukan selama riset film berjalan. Begitu banyak cerita – sisi humanis hingga kehidupan pribadi – yang tidak diketahui dan dipahami bahkan oleh orang-orang dekatnya. Belum lagi menyangkut pemikiran-pemikirannya yang luar biasa besar bagi toleransi kehidupan beragama. KH Ahmad Dahlan telah meletakkan dasar-dasar kehidupan bernegara.

Hanung Bramantyo sebagai sutradara film Sang Pencerah ini, merasa tertantang untuk bisa mempertanggungjawabkan karya besarnya ini, tidak saja kepada warga Muhammadiyah, tapi juga bangsa ini. Itu sebabnya, tim produksi memundurkan proses produksi dan jadwal rilis film. Ini semata-mata demi hasil maksimal yang ingin dicapai.

Dari sisi lokasi shooting saja, Hanung sudah dituntut harus sanggup menghidupkan atmosfer dan lanskap Yogyakarta akhir 1800-an. Mengembalikan dan mereka-ulang bangunan Masjid Agung Kauman, Kota Gede, Bintaran dan wilayah keraton, termasuk sudut-sudut Kota Yogyakarta mundur ke belakang 100 tahun lalu dengan bangunan set lokasi serealistis merupakan pekerjaan luar biasa besar. Adapun lokasi-lokasi shooting yang sudah ditentukan saat ini ada di Yogyakarta, Museum Kerata Api Ambarawa, Kompleks Kebun Raya Bogor (disulap menjadi jalanan Malioboro dan Tugu Yogyakarta).

Begitu juga ketika harus kembali menghidupkan karakter dan sosok yang pernah dekat dengan KH Ahmad Dahlan. Tokoh-tokoh seperti Nyai Ahmad Dahlan atau Ibu Walidah, Sudja (murid KH Ahmad Dahlan), merupakan kerumitan yang siap dihadapi Hanung Bramantyo. Wajar jika, actor dan aktris terbaik di negeri ini dilibatkan Hanung dalam produksi film Sang Pencerah.

MVP Pictures berharap film ini bisa menghidupkan kembali kebesaran tokoh KH Ahmad Dahlan, pemikiran-pemikiran beliau, juga mampu menginspirasi generasi muda untuk berbuat sesuatu bagi negeri ini. Persis seperti harapan Hanung Bramantyo ketika memutuskan produksi film Sang Pencerah.

LUKMAN Sardi, Zaskia Adya Mecca, Giring Nidji, Iksan idol, Slamet Rahardjo, Ikranegara, Yatti Surachman, Dennis Adishwara, Abdurahman Arief, Mario Irwinsyah, merupakan sejumlah artis utama yang akan mendukung film ini. Ratusan figuran juga akan melengkapi kehidupan di Kota Yogyakarta masa itu.(net/jpnn)



Lukman Sardi, Dapat Peran Utama Tanpa Casting

Di antara puluhan orang yang bermain dalam film Sang Pencerah, sutradara Hanung Bramantyo menyebut Lukman Sardi sebagai salah seorang bintang yang aktingnya mampu memuaskan dirinya. Bagi Hanung, pria 39 tahun itu termasuk aktor tanah air berkualitas yang pernah ditemuinya.

Dalam lima tahun terakhir, banyak peran yang dimainkan Lukman. Pria yang kerap dipanggil Memet itu pernah berakting dalam beragam jenis film. Mulai yang dicap ‘’laris’’ dan ‘’berkualitas’’ hingga film komedi. Kelihaiannya dalam berakting memang tak diragukan. Maklum, jam terbangnya sudah tinggi. Sudah 32 tahun dia berkiprah di industri film. ‘’Saya main film sejak 1978,’’ katanya saat ditemui di Foodism, FX Plaza.

Kala itu usianya masih tujuh tahun. Beberapa film yang dia mainkan adalah Kembang-Kembang Plastik (1978), Pengemis dan Tukang Becak (1979), Dinginnya Hati Seorang Gadis (1979), serta Anak-Anak tak Beribu (1980). Namun, karena alasan ingin fokus pada pendidikan, saudara tiri penyanyi Shelomita itu akhirnya mundur lama dari dunia perfilman. Pada 1990-an dia bermain sinetron yang berjudul Enam Langkah. Kemudian namanya tenggelam lagi.

Sosoknya muncul kembali setelah tampil bersama Nicholas Saputra dalam film Gie (2005). Setelah itu, dalam kurun waktu lima tahun terakhir tak kurang dari 20 judul film dia bintangi. Jika dirata-rata, dalam setahun putra violis ternama Idris Sardi ini syuting untuk empat film.

Yang terbaru, Lukman memerankan tokoh pahlawan nasional KH Ahmad Dahlan dalam film Sang Pencerah garapan Hanung yang diproduksi dengan bujet Rp12 miliar. Ketika menerima peran itu ternyata Lukman tak melalui proses casting seperti pemain lain. Hal itu diungkapkan Hanung.

‘’Lukman itu langsung dipilih tanpa casting. Dia satu-satunya aktor muda yang tersisa di Indonesia. Dengan kemampuan akting yang tidak perlu diragukan lagi. Dia yang paling cocok memerankan tokoh utama ini,’’ jelasnya.
Lukman baru mengetahui bahwa dirinya tidak melalui proses casting belakangan. ‘’Saya tadinya malah nggak tahu. Ceritanya, ketika saya lagi di jalan, Hanung menelepon. Dia bilang, main ya di film saya. Kaget juga dengarnya. Kenapa saya?’’ cerita ayah Akiva Dishan Ranu Sardi, buah hatinya dengan Pricillia Pullunggono, tersebut.

Dia tambah kaget ketika tahu bahwa peran yang diberikan adalah tokoh ternama dan bersejarah KH Ahmad Dahlan. Namun, Lukman berpikir positif. Jika sutradara seperti Hanung memilihnya, memang ada kecocokan dalam diri Lukman untuk memerankan tokoh pendiri Muhammadiyah tersebut.(jan/c13/ayi/jpnn)

—-

Kiai yang Sempat Dianggap Sesat

Film Sang Pencerah ini bercerita tentang kisah Ahmad Dahlan sepulang dari Tanah Suci Mekah. Sepulang dari Mekah, Darwis mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Ahmad Dahlan sendiri merupakan pemuda yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah bid’ah. Karenanya, Islam dipandang sebagai agama mistik dan takhayul oleh kalangan Eropa (Belanda) dan kaum modern.

Karena hal itu pula lah, Ahmad Dahlan akhirnya mendirikan sebuah langgar yang juga difungsikan sebagai sekolah. Langgar sekaligus sekolah tersebut bertujuan untuk menyadarkan bahwa Islam tidak hanya berkutat pada tauhid, tapi juga mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. Bagi Ahmad Dahlan, kemiskinan disebabkan karena kebodohan. Berangkat dari gagasan itu, maka laki-laki putra Khatib Besar Masjid Kauman itu memulai kiprahnya.

Diawali dengan mengubah arah kiblat yang salah satu Masjid Besar Kauman yang mangakibatkan kemarahan para kyai fanatik, sehingga Langgar Ahmad Dahlan tersebut dirubuhkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.

Bukan itu saja, Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi, tuduhan itu tidak membuat pemuda kauman itu surut. Ditemani istri tercinta, Siti Walidah dan 5 muridnya, Sudja, Fahruddin, Hisyam, Syarkawi dan Abdul Gani, akhirnya Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.

Bagi Ahmad Dahlan, Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, memberikan kedamaian bagia siapa saja termasuk non muslim. Selama masih dalam koridor membangun kesejahteraan masyarakat. Baginya, hal pertama yang seharusnya dikedepankan umat Islam adalah akhlaq yang baik, terbuka dan toleran seperti Rasulullah SAW. Secara perlahan, kiprah Dahlan muda yang dianggap kontroversi mampu mengubah tidak hanya pandangan umat Islam kebanyakan, tetapi kaum barat terhadap Agama Islam.

“Film ini bisa mengilhami banyak anak muda bangsa ini untuk berani dan mampu membuat perubahan dari sekarang. Bukan nanti ketika sudah tua. Karena, Ahmad Dahlan di usia 21 tahun saja sudah bisa memberikan perubahan dan pembaharuan yang sangat dihargai oleh semua golongan hingga saat ini,” ujar Mario Irwinsyah, pemeran tokoh Haji Fahruddin, salah satu murid KH Ahmad Dahlan saat pemutaran thriller film Sang Pencerah di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Minggu (15/8) lalu.

Sementara itu, Yati Surahman yang mendapat peran sebagai ibunda KH Ahmad Dahlan yang juga hadir pada acara di Kampus UMSU tersebut mengungkapkan, dengan dirilisnya film ini merupakan sebuah pencerahan baik bagi para sineas muda Indonesia, tapi juga masyarakat dalam pemahaman terhadap keagamaan. “Mudah-mudahan Film Sang Pencerah ini benar-benar menjadi pencerahan bagi masyarakat secara keseluruhan,” ungkapnya.(ari/bbs)

—-

Giring Beruntung Perankan Kiai Sudja

Giring ‘Nidji’ mengaku beruntung dapat memerankan Kiai Muhammad Sudja dalam film Sang Pencerah garapan sutradara Hanung Bramantyo. Pasalnya, dalam film ini Giring dapat beradu akting dengan aktor senior.

“Saya merasa beruntung banget lah. Di sini sutradaranya hebat banget. Saking jagonya dia ngomong, mengarahkan sesuatu mempengaruhi orang bagaimana harusnya berakting. Saya sempet bilang, kenapa gak jadi presiden saja,” ujar Giring, saat ditemui di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Kamis (19/8).

Giring pun mengaku banyak mendapatkan ilmu dari senior-senior di industri Film. “Lawan main saya di sini juga senior banget. Seperti om Slamet Rahardjo dan Lukman Sardi. Saya sering dapet input dari mereka,” tuturnya. Giring menambahkan, “Beruntung banget, film pertama bekerjasama langsung sama mereka.”(net/jpnn)

—-

Butuh Setahun Siapkan Busana Pemain

Untuk menyiapkan wardrobe dalam film Sang Pencerah, memerlukan persiapan setahun penuh. Pasalnya, sebagian besar pakaian yang digunakan para pemeran sengaja dibuat dan melalui proses penjahitan sendiri, dari celana hingga penutup kepala dan topi. Penentuan warna dan tipe pakaian juga berdasarkan referensi dari berbagai dokumen foto, baik yang didapat dari internet maupun dokumentasi foto asli di arsip milik Muhammadiyah dan buku-buku berbahasa Belanda.

Pakaian yang didominasi warna khakis dan krem dan pengaplikasian batik, baik sebagai sorban atau tudung kepala, juga dipakai untuk jarik atau celana.

Untuk makeup dalam film ini, Jerry Octavianus yang sudah sering menjadi langganan para sutradara di berbagai film seperti Laskar Pelangi dan Merah Putih, mengaku mendapat banyak tantangan, terutama karena banyaknya konsentrasi makeup untuk menghitamkan kulit para pemeran yang sebagian besar tak berkulit sehitam orang Indonesia zaman dulu.

Tantangan selanjutnya adalah kumis dan jenggot buatan yang memang selalu dimiliki orang zaman dulu. Apalagi di kalangan ulama dan kiai, perbedaan warna dan bentuk juga senantiasa berubah sesuai umur para karakter dalam cerita.(net/jpnn)

—-

Habiskan Biaya Rp12 Miliar

Film Sang Pencerah garapan sutradara Hanung Bramantyo, memerlukan pendanaan yang cukup besar, mencapai Rp12 miliar. Hanung mengatakan, dana sebesar itu dibutuhkan untuk membuat film ini menjadi realistis.
“Kurang lebihnya sebesar itu. Karena untuk mengembalikan faktor sejarah di zaman dulu,” kata Hanung, saat ditemui di FX Plaza, Jakarta, Rabu (11/8) malam lalu.

Hanung mengatakan, biaya terbesar terserap untuk membangun setting lokasi film, Yogyakarta era 1800-an. Bangunan yang ada di Yogyakarta saat ini merupakan bangunan tahun 1900-an. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Hanung. Tahun 1800-an lantai Keraton Yogya pun masih tanah. Jadi, kalau ada kebocoran lokasi dalam film, misalnya tampak kondisi bangunan yang tidak seperti tahun 1800-an, Hanung minta agar dapat dimaklumi. “Kalau kami shooting di rumah orang yang lantainya marmer, kami tutup marmer dengan tanah. Jadi kita ngotor-ngotori rumah orang,” katanya sembari tertawa.

Dana besar juga terserap untuk pembuatan kostum para pemain. “Para pemain ini cuma bawa badan aja. Selama satu tahun ini kami menjahit baju khusus yang sesuai dengan tahun 1800-an. Enggak bisa kita beli baju langsung di toko, karena tidak akan sesuai dengan tuntutan film. Jarik (kain panjang) dan sorban harus dibuat khusus dengan motif tahun 1800-an,” kata Hanung.

Justru menurut Hanung, honor pemainnya malah dibayar murah. “Pemainnya murah-murah, itu saya akui. Untuk pemain papan atas seperti mereka, itu terhitung murah. Semua mendedikasikan buat KH Ahmad Dahlan,” paparnya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H : Inilah Manfaat dari Saling Memaafkan !

MEMAAFKAN memang perbuatan mulia. Tapi, sering kali lebih mudah mengatakan daripada melakukannya. Ketika seseorang menyakiti Anda, sangat sulit menahan diri untuk tidak merasa dendam dan benci. Tapi, di hari nan fitri ini, mari sucikan hati dan belajar saling memaafkan.

Yang mengejutkan, memaafkan ternyata bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. ''Orang yang memaafkan menunjukkan lebih sedikit depresi, kemarahan dan stres, serta memiliki harapan lebih,'' kata Frederick Luskin, Ph.D, penulis buku 'Forgive for Good.'

''Jadi, memaafkan dapat membantu menghemat pemakaian dan kerusakan organ, mengurangi penggunaan sistem kekebalan tubuh dan memungkinkan orang merasa lebih penting,'' imbuhnya.

Penelitian menunjukkan, orang yang memaafkan memiliki lebih banyak energi, nafsu makan lebih baik, dan pola tidur yang lebih baik. Lantas, bagaimana cara memulai penyembuhan?

Tenangkan diri
Untuk meredakan kemarahan, coba teknik manajemen stres sederhana. Tarik nafas beberapa kali dan pikirkan sesuatu yang membuat Anda senang. Misalnya pemandangan alam yang indah, atau seseorang yang Anda cintai.

Jangan tunggu permintaan maaf
Sering kali, orang yang telah menyakiti Anda tidak berniat meminta maaf. Mereka mungkin memang berniat menyakiti atau melakukannya secara tidak sengaja. Menunggu permintaan maaf dari seseorang adalah perbuatan yang sia-sia. Memaafkan tidak melulu harus berekonsiliasi dengan orang yang membuat Anda marah dan meminta maaf atas tindakannya.

Kontrol diri
Memutar ulang rasa terluka Anda secara berkali-kali semakin memberikan kekuatan bagi orang yang menyebabkannya. Dari pada berkutat dengan perasaan terluka, lebih baik belajat menemukan cinta, keindahan, dan kebaikan di sekitar Anda.

Perspektif lain
Coba melihat suatu hal dari sudut pandang berbeda. Jika Anda berempati dengan orang tersebut, Anda mungkin menyadari dia melakukan suatu hal karena ketidaktahuan atau bahkan rasa sayang.

Maafkan diri sendiri
Bagi sebagian orang, memaafkan diri sendiri merupakan tantangan terberat. Tapi, jika tidak dilakukan, hal itu dapat merampok kepercayaan diri Anda.

Rabu, 08 September 2010

Info Mudik Lebaran 2010 : 16 Titik Rawan Arus Mudik di Malang

Info arus mudik lebaran 2010 : Pemudik yang melintasi jalan raya di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), diminta meningkatkan kewaspadaan pada 16 titik kerawanan. Kerawanan yang bisa membahayakan pemudik itu adalah rawan kecelakaan, macet, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Malang Nazarudin Selian kepada Media Indonesia, Senin (6/9), mengatakan pihaknya sudah memetakan sebanyak tujuh titik rawan kecelakaan, lima titik rawan macet, dan enam titik rawan tanah longsor dan pohon tumbang.

"Kami menghimbau pemudik agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan. Selain juga mematuhi peraturan lalu lintas," tegasnya.

Ia menjelaskan rawan kecelakaan akses Surabaya-Blitar berada di Jalan Raya Kebonagung dan Genengan, Kecamatan Pakisaji di kilometer 88-108 dan kilometer 104-105, Jalan Raya Talangagung, Kecamatan Sumberpucung kilometer 115-117.

Sedangkan jalur rawan kecelakaan akses Surabaya-Malang berada di Jalan Dr Wahidin Kecamatan Lawang kilometer 71-72 dan Jalan Raya Singosari Simpang Tiga Songsong Kecamatan Singosari kilometer 75-76. Kondisi jalan yang lurus dan lebar memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas karena pengemudi cenderung menambah kecepatan.

Selain itu banyak penggalan media jalan, terutama di Lawang-Singosari, akibat terjadi penyempitan jalan pada lokasi jembatan.

Daerah rawan macet berada di Jalan Raya Thamrin Kecamatan Lawang kilometer 70-71, Jalan Raya Singosari depan Pasar Singosari kilometer 77-78 dan kilometer 79-80, Jalan Raya Sengkaling Kecamatan Dau kilometer 09-10, Jalan Raya Talangagung Jembatan Metro kilometer 109-120 dan Jalan Ahmad Yani depan Pasar Kepanjen.

Sering macet karena ketinggian bahu jalan tidak rata dengan badan jalan. Selain itu kebebasan pandangan pengemudi berkurang, banyak penyeberang jalan tidak pada tempatnya, dan adanya pasar tumpah dan obyek wisata.

Daerah rawan longsor dan pohon tumbang akses Malang-Kediri berada di Jalan Raya Ngeprih Kecamatan Pujon kilometer 19-20, Jalan Raya Mulyorejo Kecamatan Ngantang kilometer 28-29, Jalan Jombok Kecamatan Ngantang kilometer 33-34.

Selain itu akses Malang-Lumajang juga terdapat kerawanan serupa yakni Jalan Gunung Geger dan Banduarjo, Jalan Ampelgading kilometer 57-59 dan Jalan Tirtoyudo kilometer 64-66.

"Kami sudah memasang rambu-rambu lalu lintas di sejumlah titik yang dianggap rawan," tukasnya.